🏗️
SECTION 01
Gambaran Umum Sistem
AIMS Network Monitoring (produk dari PT. Adi Inti Mandiri Solusi) adalah platform monitoring jaringan real-time berbasis web. Data dikumpulkan oleh collector.py (Python daemon) yang berjalan di server, disimpan ke Supabase (PostgreSQL cloud), dan ditampilkan melalui antarmuka web ini secara real-time.
Metode Polling yang Didukung
| Metode | Cocok Untuk | Data yang Dikumpulkan |
| SNMP v2c | Router/Switch Cisco, MikroTik, Juniper, dsb | CPU, RAM, Uptime, Interface traffic (HC counters) |
| RouterOS API | MikroTik saja (port 8728) | CPU, RAM, Interface, Routing table |
| REST / HTTP | Device dengan REST API custom | Metric sesuai endpoint yang dikonfigurasi |
| Ping Only | Semua device yang bisa di-ping | Latency & status online/offline |
Interval Polling
Default interval polling adalah 30 detik. Atur via variabel POLL_INTERVAL di file .env pada server collector.
🔐
SECTION 02
Login & Role Pengguna
Cara Login
1
Buka dashboard.html di browser. Klik tombol "Login" di pojok kanan atas.
2
Masukkan Email dan Password akun Supabase Auth yang sudah didaftarkan oleh admin.
3
Setelah login, tampilan akan menyesuaikan role akun Anda. Nama dan role muncul di topbar kanan.
Tabel Role & Hak Akses
| Role | Akses Menu | Bisa Tambah/Edit/Hapus | Catatan |
| client | Hanya Client Portal (redirect otomatis) | Tidak | Hanya lihat data site/device yang dikaitkan ke akun tersebut |
| operator | Semua kecuali Users | Ya — device, alert, ticket, IP, BGP, dll | Tidak bisa mengelola akun user |
| admin | Semua menu termasuk Users & Logs | Ya — semua fitur | Dapat mengelola user operator & client |
| superadmin | Semua menu + menu eksklusif superadmin | Ya — akses penuh termasuk konfigurasi sistem | Role tertinggi, mengelola superadmin lain & API key Helpdesk Assistant |
Tips Admin: Untuk menambah user baru, masuk ke menu Users (hanya muncul untuk admin/superadmin). Masukkan Service Role Key Supabase jika diminta — key ini disimpan di localStorage browser, tidak di server.
Helpdesk Assistant
Tombol Helpdesk Assistant 🧠 di pojok kanan bawah tersedia untuk superadmin, admin, dan operator. Client tidak dapat mengakses Helpdesk Assistant. Lihat Section 15 untuk panduan lengkap cara menggunakan Helpdesk Assistant.
📊
SECTION 03
Dashboard Utama
Dashboard adalah halaman pertama setelah login. Menampilkan ringkasan kondisi jaringan secara real-time dengan pembaruan otomatis setiap 30 detik.
KPI Cards (baris atas — 6 panel)
| Panel | Keterangan |
| Total Devices | Jumlah device aktif yang dipantau. Klik untuk membuka halaman Devices. |
| Online | Device yang berhasil merespons dalam polling terakhir. Klik untuk filter status online. |
| Warning | Device online tapi ada threshold terlampaui (CPU/RAM/latency tinggi). |
| Offline | Device tidak merespons. Klik untuk filter ke Devices → status offline. |
| SLA | Persentase uptime SLA rata-rata dalam rentang waktu yang dipilih. Klik ✎ untuk edit target SLA. |
| Incidents | Total alert yang terpicu dalam periode ini. Klik untuk ke halaman Alerts. |
Panel Executive View (grafik)
- SLA Trend: Grafik uptime SLA 30 hari terakhir per site.
- Availability by Site: Mini-map sebaran device berdasarkan koordinat site.
- Top Sites by Downtime: Peringkat site dengan total downtime terbanyak.
- Latency (Average): Grafik tren rata-rata latency seluruh device.
- Packet Loss (Average): Tren packet loss rata-rata dari waktu ke waktu.
- Bandwidth Utilization: Grafik tren total TX dan RX (Mbps) seluruh device.
- SLA per Site — Analisa & Prioritas: Tabel SLA per site dengan warna status, bisa filter per region.
- Incidents by Category & Trend: Donut chart insiden per tipe dan grafik tren harian.
Ganti Rentang Waktu
Gunakan tombol 7d / 30d di kanan atas area dashboard untuk mengubah rentang waktu semua panel sekaligus.
Panel Operasional (bawah)
- Top CPU: 5 device dengan CPU tertinggi. Klik nama device untuk detail.
- Top Traffic: Device dengan traffic TX/RX tertinggi saat ini.
- Active Alerts: Daftar alert aktif belum resolved, diurutkan severity.
- Device Overview: Grid status semua device, bisa filter per region.
- Aggregate Traffic: Grafik total bandwidth real-time (1h/6h/24h/7d).
- BGP Sessions: Ringkasan status BGP session dari semua router.
- Collector Server Health: Status resource server (CPU, RAM, Disk) + status layanan (collector.py, api.py, dll).
Tips: Panel operasional bisa di-drag untuk mengubah urutan tampilan sesuai preferensi NOC.
💻
SECTION 04
Manajemen Devices
Menambahkan Device Baru
1
Klik menu Devices di sidebar → tombol "+ Tambah Device".
2
Isi form: Nama Device, IP Address, pilih Site, pilih Metode Poll.
3
Jika SNMP: isi SNMP Community (default: public). Jika RouterOS API: isi username dan password.
4
Klik Simpan. Device akan muncul di tabel dan mulai dipantau oleh collector dalam interval polling berikutnya.
Field Device
| Field | Keterangan | Contoh |
| Nama | Label yang ditampilkan di seluruh sistem | Core-Router-JKT |
| IP Address | IP yang dapat dijangkau oleh server collector | 10.10.1.1 |
| Site | Lokasi fisik device, harus sudah dibuat di menu Sites | Jakarta-DC |
| Poll Method | snmp / api / rest / ping | snmp |
| SNMP Community | Community string read-only (SNMPv2c) | public atau nama custom |
| Type | router / switch / server / firewall / access-point / other | router |
| Vendor | Mikrotik / Cisco / Juniper / Ubiquiti / dsb | Mikrotik |
| Model | Model perangkat (opsional, untuk dokumentasi) | CCR2004-1G-12S+2XS |
| Koordinat | Latitude, Longitude — untuk pin di peta | -6.2, 106.8 |
| Keterangan | Catatan bebas tentang device | Backbone link ke Surabaya |
Kode Status Device
| Status | Arti |
| online | Device menjawab ping dan data SNMP/API berhasil dikumpulkan. |
| offline | Device tidak menjawab ping dalam polling terakhir. Alert otomatis dikirim. |
| warning | Ping berhasil tapi ada threshold yang terlampaui (CPU/RAM tinggi, dll). |
| maintenance | Device sedang dalam mode maintenance. Alert ditahan, tidak trigger notifikasi. |
Mode Maintenance
Klik detail device → tombol "Maintenance". Saat aktif, collector tetap polling tapi semua alert untuk device tersebut ditahan. Cocok saat upgrade firmware atau perawatan terjadwal.
Detail Device (Klik Nama)
- Gauges: CPU%, RAM%, Latency, Uptime — real-time dari polling terakhir.
- Traffic Chart: Grafik TX/RX 1 jam terakhir per-device.
- Interface List: Semua interface SNMP beserta status UP/DOWN, kecepatan TX/RX saat ini.
- Service Checks: Daftar service check yang dikaitkan ke device ini.
Filter & Pencarian
Gunakan kolom pencarian di kanan atas tabel untuk filter berdasarkan nama atau IP. Filter status (All / Online / Offline / Warning / Maintenance) tersedia di kiri kolom pencarian.
Perhatian: Menghapus device akan menghapus SEMUA data metric, alert, dan service check yang terkait. Operasi ini tidak dapat dibatalkan.
🔔
SECTION 05
Alerts & Notifikasi
Alerts dibuat otomatis oleh collector ketika kondisi threshold terlampaui, dan di-resolve otomatis ketika kondisi kembali normal.
Tipe Alert Otomatis
| Tipe | Severity | Trigger Kondisi | Auto-Resolve |
| device_offline | critical | Ping gagal | Ya, saat ping kembali berhasil |
| high_cpu | warning | CPU usage > 85% | Ya, saat CPU turun < 80% |
| high_memory | warning | RAM usage > 90% | Ya, saat RAM turun < 85% |
| high_latency | warning | Latency > 150ms | Ya, saat latency kembali normal |
| bgp_session_down | critical | Session BGP state bukan Established | Ya |
| service_down | critical | Service check gagal | Ya |
| ip_monitor_down | critical | Target IP Monitor tidak merespons | Ya |
Exclude Alert dari SLA
1
Di halaman Alerts, klik baris alert yang ingin dikecualikan.
2
Klik tombol "Exclude from SLA". Isi alasan pengecualian.
3
Alert tetap tercatat tapi tidak dihitung dalam kalkulasi SLA uptime di halaman Reports.
Resolve Manual
Alert bisa di-resolve secara manual oleh operator/admin. Klik alert → "Resolve". Gunakan ini jika collector sempat mati dan alert tidak auto-resolved.
Badge merah di sidebar menu Alerts menampilkan jumlah alert aktif yang belum resolved.
Modul ticketing digunakan untuk melacak insiden jaringan dari awal hingga selesai, dengan dukungan SLA deadline dan template notifikasi klien.
Membuat Ticket Baru
1
Klik "+ Buat Ticket" di halaman Tickets.
2
Isi Judul, pilih Device terkait (opsional), pilih Prioritas (low/medium/high/critical).
3
Isi Deskripsi insiden. Atur SLA Deadline jika ada.
4
Klik Simpan. Ticket berstatus open dan muncul di daftar.
Alur Status Ticket
open → in_progress → resolved
↑ ↓
└──── reopen ────────────┘
Template Notifikasi Klien
Di setiap ticket, klik tombol "📢 Notif Klien" untuk membuka template notifikasi. Pilih tipe pesan:
- Gangguan Terdeteksi — notifikasi awal insiden ke klien
- Sedang Pengecekan — update bahwa tim sudah investigasi
- On Progress / Penanganan — update bahwa tim sedang handling
- Update Berkala — update situasi terkini dengan estimasi waktu
- Gangguan Selesai — notifikasi insiden telah diselesaikan
Edit teks sesuai kebutuhan, lalu klik "Kirim via WhatsApp" atau "Salin" untuk clipboard.
SLA Breach
Jika ticket masih open atau in_progress melewati SLA Deadline, status otomatis berubah menjadi SLA Breach. Panel statistik di atas tabel menampilkan jumlah breach hari ini.
Catatan: Pengecekan SLA dilakukan setiap siklus polling oleh collector. Pastikan collector berjalan agar SLA breach terdeteksi tepat waktu.
Monitor BGP session dari seluruh router yang dikonfigurasi menggunakan SNMP BGP MIB (RFC 1657) atau RouterOS API.
Yang Ditampilkan
- Peer IP: IP address BGP neighbor/peer
- AS Neighbor: Autonomous System Number peer
- State: Established / Active / Idle / Connect / OpenSent / OpenConfirm
- Prefixes Received: Jumlah prefix yang diterima dari peer
- Last Updated: Waktu terakhir data diperbarui oleh collector
- Device: Router yang meng-host BGP session ini
Alert BGP
Jika session BGP turun (state bukan Established), alert critical otomatis muncul di halaman Alerts.
Syarat BGP Monitor aktif: Device harus menggunakan metode poll snmp atau api (RouterOS). BGP MIB harus diaktifkan di router.
IP Monitor memantau IP atau hostname arbitrer di luar inventory device utama — cocok untuk memantau gateway ISP, server pihak ketiga, atau endpoint VPN.
Menambahkan Target IP Monitor
1
Buka menu IP Monitor → klik "+ Tambah Target".
2
Isi Label (nama tampilan) dan IP / Hostname target.
3
Pilih Tipe: gateway / server / endpoint / custom.
4
Klik Simpan. Collector akan mulai memantau target ini pada siklus polling berikutnya.
Target yang down akan memunculkan alert ip_monitor_down di halaman Alerts.
🗺️
SECTION 09
Peta Sebaran Device
Menampilkan sebaran device secara geografis menggunakan Leaflet.js + OpenStreetMap. Pin berwarna sesuai status device.
Warna Pin Peta
| Warna | Status |
| 🟢 Hijau | Online — device merespons normal |
| 🔴 Merah | Offline — device tidak merespons |
| 🟡 Kuning | Warning — online tapi ada threshold terlampaui |
| ⚫ Abu | Maintenance — sedang dalam mode maintenance |
Klik Pin
Klik pin device di peta untuk melihat popup berisi nama, IP, status, latency terakhir, dan link ke detail device.
Mengatur Koordinat Device
Koordinat device diambil dari data Site yang dikaitkan ke device tersebut. Pastikan setiap site memiliki koordinat latitude/longitude yang diisi dengan benar di menu Sites.
Service Checks memantau ketersediaan layanan spesifik pada device/server — bukan hanya ping, tapi koneksi ke port atau URL tertentu.
Tipe Service Check
| Tipe | Keterangan | Contoh Target |
| http / https | Cek respons HTTP. Status 2xx/3xx = UP. | http://192.168.1.1 |
| tcp | Cek apakah port TCP terbuka. | 192.168.1.1:22 |
| icmp | Ping ke target tertentu (berbeda dari device IP utama). | 8.8.8.8 |
| dns | Resolve DNS query dan cek response. | example.com |
Menambahkan Service Check
Buka halaman Service Checks → "+ Tambah". Pilih device, tipe, nama layanan, dan target. Interval check mengikuti POLL_INTERVAL collector.
Halaman Reports memiliki empat tab untuk analisis dan pembuatan laporan.
Tab Traffic
Grafik tren traffic (TX/RX dalam Mbps) untuk device atau site tertentu. Pilih device/site, rentang waktu, lalu klik Load. Grafik interaktif menggunakan Chart.js — hover untuk nilai per titik waktu.
Tab SLA Report
Kalkulasi uptime SLA per device atau per site dalam rentang tanggal yang dipilih. Rumus uptime: waktu_online / total_waktu × 100%. Alert yang di-exclude dari SLA tidak dihitung sebagai downtime.
Tab Alert History
Riwayat semua alert dalam rentang tanggal tertentu — bisa difilter per device, tipe alert, dan severity. Menampilkan durasi insiden (triggered_at hingga resolved_at).
Tab Generate Report
Buat laporan PDF atau Excel siap kirim ke manajemen/klien. Pilih:
- Scope: Per device, per site, atau semua
- Rentang tanggal
- Format: PDF atau XLSX (Excel)
- Konten: Pilih bagian mana yang disertakan (Traffic, SLA, Alerts, dsb)
Tips: Untuk laporan bulanan klien, gunakan filter Scope → pilih Client/Site tertentu agar data yang muncul hanya milik client tersebut.
Sites adalah unit lokasi fisik yang mengelompokkan device. Setiap device harus dikaitkan ke satu site.
Field Site
| Field | Keterangan |
| Nama Site | Nama unik untuk lokasi (contoh: Jakarta-HQ, Surabaya-DC) |
| Kota / Region | Untuk pengelompokan di filter laporan dan dashboard |
| Alamat | Alamat fisik lengkap (opsional, untuk dokumentasi) |
| Koordinat | Latitude & Longitude — wajib jika device ingin muncul di peta |
| Client | Nama klien yang memiliki/menyewa site ini — untuk filter di Reports dan Client Portal |
| Keterangan | Catatan tambahan |
Menghapus Site
Perhatian: Site tidak dapat dihapus jika masih ada device yang terkait. Hapus atau pindahkan semua device di site tersebut terlebih dahulu.
Network Tools adalah halaman terpisah (network-tools.html) yang berisi berbagai utilitas jaringan. Buka via sidebar → Network Tools ↗.
| Tool | Fungsi |
| Device Quick Check | Cek cepat device dari inventory — ping, SNMP, port check sekaligus |
| Ping Test | ICMP ping ke IP/hostname target, tampilkan RTT & packet loss |
| Bulk Ping | Ping ke banyak IP sekaligus (paste list), tampilkan status per IP |
| Traceroute | Traceroute ke target, tampilkan hop-by-hop dengan latency |
| DNS Lookup | Query DNS (A, AAAA, MX, NS, TXT, CNAME, PTR) menggunakan 1.1.1.1 |
| Port Checker | Cek apakah port TCP tertentu terbuka di host target |
| IP Info / GeoIP | Informasi geografis & ASN dari IP address publik |
| Subnet Calculator | Hitung network address, broadcast, range host dari CIDR |
| Visual Subnet | Tampilkan subnet secara visual, subdivisi & alokasi blok |
| WHOIS / RDAP | Lookup data registrasi domain atau IP |
| SSL Checker | Cek sertifikat SSL domain — expiry, chain, issuer |
| MTR / Path | Kombinasi traceroute + ping, tampilkan packet loss per hop |
| BGP ASN Lookup | Cari prefix, peers, dan info routing BGP suatu ASN |
| RBL / DNSBL | Cek apakah IP masuk blacklist email (spam database) |
| Speed Test | Uji kecepatan bandwidth menggunakan Cloudflare Speed Test |
| IPv6 Tools | Konversi, expand, compress, dan hitung prefix IPv6 |
Catatan: Tool seperti Ping, Traceroute, MTR, dan Port Checker dieksekusi melalui api.py yang berjalan di server. Pastikan api.py aktif dan dapat diakses dari browser.
Client Portal (client-portal.html) adalah tampilan khusus untuk klien — hanya menampilkan data site & device yang terkait dengan akun klien tersebut.
Cara Akses Client Portal
1
Buka client-portal.html (atau lewat link yang diberikan oleh admin).
2
Login menggunakan akun dengan role client.
3
Portal menampilkan hanya device & site milik klien tersebut.
Fitur di Client Portal
- Status real-time semua device klien (online/offline, CPU, latency)
- Grafik traffic bandwidth per device
- Riwayat alert dalam 7 hari terakhir
- SLA uptime bulan berjalan
- Informasi kontak NOC/support
Setup Akun Client
1
Admin/superadmin buka menu Users → klik "+ Invite User" → isi email dan pilih role client.
2
Setelah user terdaftar, klik ikon Sites (📍) di baris user tersebut → centang site mana saja yang boleh dilihat client ini → Simpan.
3
Selesai — klien login ke client-portal.html dan hanya melihat data site yang sudah dikaitkan.
Tips: Satu akun client bisa dikaitkan ke beberapa site sekaligus. Cocok untuk klien yang punya lebih dari satu lokasi.
🧠
SECTION 15
Helpdesk Assistant
Helpdesk Assistant adalah AI assistant bawaan AIMS yang memahami kondisi jaringan secara real-time. Helpdesk Assistant bisa membantu analisis insiden, membuat ringkasan shift handover, menjawab pertanyaan seputar device, dan menyarankan langkah troubleshooting — cukup dengan percakapan natural.
Cara Membuka Helpdesk Assistant
1
Klik tombol 🧠 di pojok kanan bawah dashboard. Panel chat akan muncul dari kanan.
2
Ketik pertanyaan di kolom input bawah, lalu tekan Enter atau klik tombol kirim.
3
Helpdesk Assistant membaca snapshot data jaringan terkini setiap kali menjawab — selalu up-to-date tanpa perlu refresh manual.
Contoh Pertanyaan yang Bisa Diajukan
| Kategori | Contoh Pertanyaan |
| Status Jaringan | "Berapa device yang offline sekarang?" / "Site mana yang paling sering down minggu ini?" |
| Analisis Insiden | "Kenapa site Palangkaraya offline?" / "Device apa yang CPU-nya tinggi?" |
| SLA & Laporan | "Buatkan ringkasan SLA untuk shift handover" / "Site mana yang SLA-nya di bawah target?" |
| Troubleshooting | "Langkah apa yang harus saya lakukan jika core router offline?" / "Pola apa yang menyebabkan banyak device down sekaligus?" |
| Traffic | "Device mana yang traffic-nya paling tinggi?" / "Apakah ada indikasi congestion?" |
Menyiapkan API Key
Helpdesk Assistant membutuhkan API key dari salah satu provider AI. Klik ikon ⚙️ di pojok kanan atas panel chat untuk membuka pengaturan.
| Provider | Model Default | Keterangan |
| Groq | llama-3.3-70b | Gratis (dengan limit), sangat cepat. Daftar di console.groq.com |
| Claude (Anthropic) | claude-haiku-3.5 | Akurasi tinggi untuk analisis kompleks |
| OpenAI | gpt-4o-mini | Familiar, tersedia luas |
| Gemini (Google) | gemini-2.0-flash | Cepat, integrasi Google ecosystem |
Tips: Jika API key sudah diset oleh superadmin di pengaturan server, kamu tidak perlu memasukkan key sendiri — Helpdesk Assistant langsung bisa digunakan.
Batasan Helpdesk Assistant
- Helpdesk Assistant hanya menjawab pertanyaan seputar data jaringan yang ada di sistem — tidak menjawab topik di luar itu.
- Data yang dibaca adalah snapshot saat percakapan berlangsung — bukan data historis mendalam.
- Kualitas jawaban bergantung pada kelengkapan data di sistem (device terdaftar, metric terisi, dll).
- Riwayat chat di-reset setiap kali halaman di-refresh (sesi baru).
🛠️
SECTION 16
Troubleshooting & FAQ
Collector berhenti mendadak
httpx.ReadTimeout / httpx.ConnectTimeout
Supabase tidak merespons dalam batas waktu. Sejak versi terbaru, collector akan retry otomatis 3× sebelum melewati metric tersebut. Collector tidak akan crash karena timeout.
Jika masih crash, cek:
- Koneksi internet server ke Supabase (coba curl https://[project].supabase.co)
- SUPABASE_KEY di .env sudah benar dan tidak expired
- Log di LOG_DIR untuk detail error
Device selalu offline padahal bisa di-ping
- Pastikan collector berjalan di server yang bisa reach IP device tersebut.
- Cek firewall — ICMP (ping) harus diizinkan dari IP server ke IP device.
- Coba jalankan ping [IP_device] langsung dari terminal server collector.
Data SNMP tidak masuk (CPU/RAM kosong)
- Pastikan SNMP v2c diaktifkan di device dengan community string yang sama seperti yang diisi di field device.
- Port UDP 161 di device harus open dari IP server collector.
- Coba manual: snmpwalk -v2c -c public [IP_device] sysDescr
- Beberapa device perlu OID custom — cek dokumentasi vendor.
Dashboard tidak load / data tidak muncul
- Buka browser console (F12 → Console). Cari error SUPABASE_URL atau network error.
- Pastikan config.js sudah diisi dengan URL dan Key Supabase yang benar.
- Cek Supabase RLS (Row Level Security) — pastikan policy untuk tabel devices, metrics, dst sudah dikonfigurasi.
Traffic aggregat selalu 0 atau tidak akurat
Status: Fixed. Bug di collector yang menyebabkan total_rx bisa bernilai None (counter wrap detection untuk TX dan RX berjalan secara independen) sudah diperbaiki. Pastikan menggunakan versi terbaru collector.py.
Kumpulan istilah teknis yang sering ditemui dalam operasional jaringan dan sistem AIMS Network Monitoring. Dikelompokkan berdasarkan kategori untuk memudahkan referensi.
🔌 Protokol Jaringan
| Istilah | Definisi | Keterangan |
BGP Border Gateway Protocol |
Protokol routing eksterior yang menghubungkan antar Autonomous System (AS). Protokol utama yang mengatur routing di seluruh internet. |
Dimonitor di menu BGP. Informasi peers, prefix, dan status sesi tersedia real-time. |
ICMP Internet Control Message Protocol |
Protokol jaringan yang digunakan oleh perintah ping dan traceroute untuk menguji konektivitas dan mendiagnosis masalah jaringan. |
Harus diizinkan dari IP server collector ke IP device agar monitoring ping berfungsi. |
SNMP Simple Network Management Protocol |
Protokol standar industri untuk monitoring dan manajemen perangkat jaringan. Versi v2c menggunakan community string; v3 menggunakan enkripsi dan autentikasi. |
Digunakan collector untuk mengambil data CPU, RAM, traffic interface, dan info sistem dari device. |
OSPF Open Shortest Path First |
Protokol routing interior berbasis link-state. Menghitung jalur terpendek menggunakan algoritma Dijkstra. Umum digunakan di jaringan enterprise. |
Digunakan dalam satu AS; berbeda dengan BGP yang menghubungkan antar AS. |
MPLS Multiprotocol Label Switching |
Teknologi routing berbasis label yang mempercepat forwarding paket tanpa melihat routing table IP secara penuh di setiap hop. |
Banyak digunakan ISP untuk VPN L3 dan layanan leased line pelanggan korporat. |
NTP Network Time Protocol |
Protokol sinkronisasi waktu pada perangkat jaringan. Waktu yang tidak sinkron dapat menyebabkan log/alert tidak akurat. |
Pastikan semua device dan server collector sinkron NTP agar timestamp data konsisten. |
DNS Domain Name System |
Sistem yang menerjemahkan nama domain (misal google.com) menjadi IP address. Dapat dimonitor menggunakan Service Checks. |
DNS failure sering menjadi penyebab tersembunyi gangguan konektivitas. |
GRE Generic Routing Encapsulation |
Protokol tunneling yang membungkus paket dalam header IP baru. Digunakan untuk membuat tunnel antar router meskipun beda network. |
Sering dikombinasikan dengan IPSec untuk VPN site-to-site. |
📊 Metrik & Pengukuran
| Istilah | Definisi | Nilai Referensi |
Latency Delay / RTT |
Waktu perjalanan paket dari sumber ke tujuan (satu arah). RTT (Round Trip Time) adalah pergi-pulang. Diukur dalam milidetik (ms). |
✅ <50ms — Baik ⚠️ 50–150ms — Wajar ❌ >150ms — Perlu investigasi |
| Jitter |
Variasi/fluktuasi delay antar paket yang tiba. Jitter tinggi menyebabkan kualitas suara (VoIP) dan video buruk meski latency rata-rata masih oke. |
✅ <10ms — Baik untuk VoIP ❌ >30ms — Kualitas suara terganggu |
| Packet Loss |
Persentase paket yang hilang dalam transmisi. Penyebab: link buruk, congestion, atau buffer overflow pada perangkat. |
✅ 0% — Normal ⚠️ 0.1–1% — Perlu dipantau ❌ >1% — Berdampak ke TCP/aplikasi |
| Bandwidth |
Kapasitas maksimum transfer data pada suatu koneksi. Berbeda dengan throughput — bandwidth adalah kapasitas teoretis, throughput adalah yang benar-benar terpakai. |
Diukur dalam bps, Kbps, Mbps, Gbps. Terlihat di kolom Speed di tabel interface. |
| Throughput |
Jumlah data aktual yang berhasil ditransfer per satuan waktu. Selalu ≤ bandwidth; dipengaruhi congestion, packet loss, dan overhead protokol. |
Ditampilkan sebagai traffic In/Out di panel device. |
| CPU Utilization |
Persentase penggunaan prosesor pada perangkat. CPU tinggi bisa menandakan loop, serangan, atau beban routing yang berlebih. |
✅ <70% — Normal ⚠️ 70–90% — Pantau ❌ >90% — Kritis, risiko drop paket |
| Uptime |
Persentase waktu di mana perangkat/layanan beroperasi normal dalam periode tertentu. Komplemen dari downtime. |
Target SLA umum: ≥99.5% (bulanan ≤3.65 jam downtime). |
SLA Service Level Agreement |
Perjanjian tingkat layanan yang mendefinisikan target ketersediaan/performa. Dalam AIMS dihitung otomatis: SLA% = (poll online / total poll) × 100 menggunakan raw poll counts dari VictoriaMetrics (setiap poll = 30 detik), bukan data yang di-downsample. |
Lihat menu Reports untuk laporan SLA per site dan per periode. |
MTU Maximum Transmission Unit |
Ukuran maksimum frame/paket yang dapat dikirim dalam satu transmisi tanpa fragmentasi. |
Default Ethernet: 1500 byte. Tunnel GRE/MPLS biasanya membutuhkan MTU lebih kecil (1476–1480). |
TTL Time to Live |
Nilai pada header IP yang berkurang 1 di setiap hop router. Ketika TTL = 0 paket dibuang untuk mencegah loop tak terbatas. |
Traceroute memanfaatkan TTL untuk memetakan jalur. Default Windows=128, Linux/Cisco=64/255. |
⚙️ Komponen Sistem AIMS
| Istilah | Definisi | Keterangan |
Collector collector.py |
Daemon Python yang berjalan di server dan secara periodik mengambil data dari perangkat menggunakan ICMP ping dan SNMP, lalu menyimpannya ke database. |
Status dapat dipantau di panel Collector Server Health di Dashboard utama. |
| Heartbeat |
Sinyal "saya masih hidup" yang dikirim collector ke database setiap polling cycle. Jika heartbeat tidak terupdate dalam batas waktu tertentu, collector dianggap offline. |
Kolom Last Heartbeat di panel Collector Health menunjukkan kapan sinyal terakhir diterima. |
| Polling Interval |
Interval waktu (detik) antar satu siklus pengambilan data ke siklus berikutnya. Semakin pendek semakin real-time, tapi beban server lebih tinggi. |
Default AIMS: 30 detik. Dikonfigurasi via file .env di server. |
| Supabase |
Platform backend-as-a-service berbasis PostgreSQL open-source. Digunakan AIMS sebagai database utama untuk menyimpan device, alert, ticket, user, dan konfigurasi. |
Akses via dashboard di supabase.com. RLS aktif untuk keamanan data per role. |
| VictoriaMetrics |
Database time-series berkecepatan tinggi yang digunakan AIMS untuk menyimpan dan query data metrics (traffic, CPU, latency) dalam rentang waktu panjang. |
Data metrics dibaca via endpoint /api/vm/* di server. Tidak disimpan di Supabase. |
RLS Row Level Security |
Fitur keamanan PostgreSQL/Supabase yang memastikan setiap user hanya dapat membaca dan memodifikasi data yang diizinkan sesuai role-nya. |
Contoh: client hanya bisa lihat data site miliknya; operator tidak bisa lihat menu Users. |
| Community String |
Password teks sederhana pada protokol SNMP v1/v2c yang digunakan untuk autentikasi akses monitoring. Biasanya public (read-only) atau private (read-write). |
Diisi saat menambahkan device di AIMS. Harus sama antara AIMS dan konfigurasi SNMP di device. |
OID Object Identifier |
Pengidentifikasi unik untuk setiap objek/metrik dalam hierarki MIB SNMP. Berbentuk deretan angka, misal 1.3.6.1.2.1.1.1 = sysDescr. |
Collector menggunakan OID standar MIB-II untuk CPU, traffic, dan sistem info perangkat. |
MIB Management Information Base |
Database hierarkis yang mendefinisikan semua objek yang dapat dimonitor/dikontrol via SNMP pada suatu perangkat. Vendor menyediakan MIB khusus untuk perangkat mereka. |
MIB-II (RFC 1213) adalah standar universal. Router Cisco/Mikrotik memiliki MIB tambahan (enterprise). |
🖥️ Infrastruktur & Perangkat
| Istilah | Definisi | Keterangan |
AS / ASN Autonomous System |
Kumpulan jaringan IP yang dikelola oleh satu entitas (ISP, perusahaan) dengan kebijakan routing tunggal. Diidentifikasi dengan nomor unik (ASN) yang ditetapkan IANA. |
Contoh: Telkom = AS17974, Google = AS15169. Terlihat di menu BGP Monitor. |
VLAN Virtual Local Area Network |
Segmentasi logis jaringan dalam infrastruktur switch yang sama. Perangkat di VLAN berbeda tidak bisa berkomunikasi langsung tanpa routing (Layer 3). |
Digunakan untuk memisahkan traffic management, data, voice, dan CCTV dalam satu infrastruktur fisik. |
PoE Power over Ethernet |
Teknologi yang mengalirkan daya listrik melalui kabel ethernet bersamaan dengan data. Memudahkan instalasi perangkat tanpa kabel listrik terpisah. |
Digunakan untuk Access Point (AP), IP Camera, IP Phone, dan perangkat IoT. Standar: IEEE 802.3af/at/bt. |
| Interface |
Port fisik atau virtual pada perangkat jaringan. Contoh: GigabitEthernet0/0, ether1, wlan0, tunnel0. |
AIMS memantau traffic In/Out per interface via SNMP. Data tersedia di detail device. |
| Prefix |
Blok alamat IP dalam notasi CIDR yang digunakan dalam routing BGP, misal 203.0.113.0/24. Satu ASN bisa mengumumkan banyak prefix. |
Jumlah prefix aktif dari setiap peer BGP ditampilkan di menu BGP Monitor. |
NAT Network Address Translation |
Teknik menerjemahkan IP private (192.168.x.x, 10.x.x.x) ke IP public saat mengakses internet. Memungkinkan banyak perangkat berbagi satu IP public. |
Perlu diperhatikan saat melakukan traceroute — hop dengan NAT mungkin tidak terlihat. |
| Failover |
Mekanisme otomatis yang mengalihkan trafik ke jalur/perangkat cadangan saat jalur/perangkat utama mengalami kegagalan. Bertujuan menjaga kontinuitas layanan. |
SLA yang baik biasanya didukung dual-link dengan failover otomatis (OSPF, BGP, VRRP). |
ACL Access Control List |
Daftar aturan pada router/firewall yang mengizinkan atau menolak trafik berdasarkan IP sumber, tujuan, port, dan protokol. |
ACL yang salah konfigurasi bisa memblokir SNMP/ICMP dan menyebabkan device muncul offline di AIMS. |
🎯 Operasional NOC
| Istilah | Definisi | Keterangan |
NOC Network Operations Center |
Pusat operasional yang memantau, menganalisis, dan mengelola jaringan secara terpusat. Tim NOC bertugas merespons insiden dan memastikan ketersediaan layanan. |
AIMS dirancang sebagai tools utama tim NOC untuk monitoring real-time. |
| Incident |
Kejadian tidak terencana yang menyebabkan gangguan atau penurunan kualitas layanan. Insiden perlu dicatat, dianalisis root cause-nya, dan diselesaikan sesuai SLA. |
Gunakan menu Tickets di AIMS untuk mencatat dan melacak setiap insiden. |
| Root Cause |
Penyebab mendasar dari suatu insiden. Identifikasi root cause penting agar masalah tidak berulang. Berbeda dari gejala (symptom) yang terlihat di permukaan. |
Helpdesk Assistant dapat membantu analisis root cause berdasarkan data yang tersedia di dashboard. |
| Eskalasi |
Proses meneruskan penanganan insiden ke level yang lebih tinggi (senior engineer, vendor, manajemen) ketika tim pertama tidak dapat menyelesaikannya dalam waktu yang ditentukan. |
Insiden kritis (core down, multi-site offline) biasanya langsung dieskalasi ke Level 2/3 atau vendor. |
| Threshold |
Nilai batas yang jika terlampaui akan memicu alert otomatis. Contoh: CPU >90%, packet loss >5%, atau device offline >5 menit. |
Dikonfigurasi di menu Alerts — setiap device/site bisa punya threshold berbeda. |
| Downtime |
Periode waktu di mana perangkat atau layanan tidak dapat diakses atau beroperasi di bawah standar yang disepakati. Dihitung akumulatif untuk laporan SLA. |
AIMS menghitung downtime otomatis: setiap poll offline = 30 detik downtime. Contoh: 4 poll offline = 2 menit downtime. Alert bertanda excluded_from_sla tidak dihitung. |
| Shift Handover |
Serah terima tugas antar shift NOC. Biasanya mencakup ringkasan insiden aktif, perubahan yang dilakukan, dan hal yang perlu dipantau shift berikutnya. |
Gunakan Helpdesk Assistant dengan perintah "buat ringkasan shift handover" untuk mempersingkat proses serah terima. |
CIDR Classless Inter-Domain Routing |
Metode pengalamatan IP modern yang menggantikan sistem class A/B/C. Notasi: 192.168.1.0/24 berarti 256 host, /30 berarti 4 host (point-to-point). |
Digunakan di menu IP Monitor saat menambahkan subnet untuk dipantau. |
Tips Belajar: Gunakan Helpdesk Assistant untuk bertanya lebih dalam tentang istilah-istilah di atas. Contoh: "jelaskan perbedaan BGP dan OSPF", "apa itu MPLS VPN?", atau "bagaimana cara troubleshoot high latency?" — Helpdesk Assistant siap membantu!
AIMS Network Monitoring — Dokumentasi Internal · Versi: